Feeds:
Posts
Comments

Disadur dari Koran Harian Pikiran Rakyat, jumat 23 des 2010 pada halaman 29 Cakrawala di kolom ” Tahukah Anda ? “. saya tergelitik untuk menulis ulang dan coba memberikan informasi ini kepada pembaca yang mungkin ada sebagian belum mengetahui rumor dan efek dari kegiatan bersepeda. kenapa saya coba sadur kembali karena ketika awal membaca tulisannya, sepertinya ini merupakan masalah serius sekali dan ada baiknya hal ini di sharing untuk semua pembaca yang ”mungkin” peduli dengan kesuburan. Cekidot tulisan ini !!!!

Bersepeda Pengaruhi Kesuburan Pria ?

Para peneliti mengemukakan, bersepeda lima jam dalam sepekan dapat mempengaruhi kesuburan pria. menurut penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, Atlet sepeda memang kemungkinan memiliki sperma lebih sedikit dan kualitas semen yang jelek.Ternyata, resiko tersebut terjadi juga pada pesepeda kasual. penelitian mengungkapkan, pria yang bersepeda setidaknya lima jam dalam sepekan, dikhawatirkan reproduksi spermanya makin sedikit dan makin tak aktif sepermanya jika dibandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak berolahraga. Para peneliti di Boston university telah mensurvei 2.200 pria yang datang kek klinik kesuburan dan bersedia untuk menyerahkan contoh spermanya [semen]. setelah dipilah berdasarkan berat badan, tekanan darah, jenis pakaian dalam dan variable-variable lainnya, para peneliti mendapatkan bahwa pria yang berolahraga teratur tak berbeda dengan mereka yang tidak berolahraga sama sekali dalam kualitas dan kuantitas sperma. Namun, berdasarkan jenis olahraga, pria yang setidaknya-tidaknya bersepeda lima jam sepekan dua kali lebih besar kemungkinannya memiliki jumlah sperma sedikit dan mobilitas sperma yang relatif buruk. Hal ini kemungkinan akibat trauma atau kenaikan temperatur di Skrotum, kata pemimpin penelitian itu, Lauren Wise.
Lanjut Yah !!!!

Lanjutan cerita dari gowes “Curug Tilu Leuwi Opat “, yang belum baca silahkan klik disini.

Bayar tiket masuk sebesar 3000 rupiah, kemudian saya minta petunjuk arah menuju curug tilu ini, karena ada dua cabang. Saya diarahkan agar memakai jalan lurus, karena saya masuk tetep membawa sepeda. Ada jalan setapak yang bisa dilalui.

Arah menuju curug tilu ini masih gowesable, walaupun kadang ada beberapa yang mesti dituntun. Salah satunya dibagian single trek berikut, banyak ranting berduri yang menjulur menutupi sebagian jalan. Mesti hati hati melewatinya, salah posisi bisa bikin jersey kita sobek.

Mengenai curug tilu sendiri, konon katanya air terjunnya ada tiga dan saling berdampingan. terus terang saya belum sampe titik akhir curugnya, karena sepeda sudah tidak bisa di gowes lagi, jalurnya mesti Hiking. walaupun jalan setapak sepeda sepertinya tidak memungkinkan untuk dibawa, karena jalan menuju curugnya banyak sekali melewati bebatuan dan melintasi anak sungai, sehingga riskan kalo memaksakan bawa sepeda sampai dengan titik akhir ditambah lagi saya cuma sendirian, khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bisa repot nanti.
Lanjut Yah !!!!

Sebuah pemandangan unik terlihat di sebuah restoran bernama Dalu Robot di wilayah timur laut Jinan, China. Tampak dua robot resepsionis yang menyambut ramah kedatangan pengunjung di pintu depan. Sementara di dalam restoran, Ada sekitar enam robot lain tampak hilir mudik bersepeda menyajikan pesanan para tamu.

Restoran yang berkapasitas 100 kursi ini memiliki desain kursi yang melingkar dan sangat unik. tidak hanya desain tempatnya tapi kehadiran robot bersepedanya pun membuat nilai tambah untuk restoran yang berspesialisasi di makanan daging dan sayuran tersebut.Karena kehadiran para robot yang bersepeda itu untuk menghantarkan pesanan, Dalu Rebot memiliki desain track sepeda yang ditempatkan di sekeliling area tempat duduk pengunjung. Track inilah yang kemudian dilalui robot-robot pelayan menggunakan sepeda saat menyajikan hidangan.

Baca Selanjutnya

Sabtu, 18 desember 2010

Gowes kali ini awalnya hanya ingin melihat trek yang dilalui oleh rekan2 KGB (komunitas gowester bandung-indonesia) yang di minggu sebelumnya melakukan gowes kolosar untuk susur burangrang. Tentunya gowes saya kali ini tidaklah kumplit dan sama persis dengan yang di lalui oleh KGB, saya hanya melihat trek bagian awalnya saja selepas SPN [Sekolah Polisi Negara :red] cisarua – Lembang sampai dengan kampung terakhir, Untuk cerita gowes dan photo dari Group FB KGB-Ind bisa di akses disini.

Gowes mulai sekitar pukul 08.00 pagi dengan lokasi start di RSJ cisarua, sepeda diarahkan menuju sekolah pendidikan kepolisian SPN yang arahnya dari gerbang RSJ ini belok ke kanan. Sampai gerbang SPN sepeda diarahkan masuk ke jalan yang menembuskan kita ke arah pasar cisarua. Jalanan menyusuri treknya didominasi turunan, saya masih bergerak perlahan dan belum ditemukan tanjakan satupun. Semakin jauh bergerak melewati desa jambudipa jalanan masih bergerak turun dan semakin curam, saya makin khawatir saja nih sampai dengan dengan melewati desa ke 2 kalo tidak salah nama desanya kertawangi, CMIIW. Khawatir bukan karena nyasar, tapi melihat turunan yang saya lewatin, belum juga pemanasan saya sudah di suguhin turunan panjang dan semakin curam, kepikiran pas perjalanan pulang nanti ini malah bagian yang paling tersiksa, lebih baik bersakit dahulu bersenang kemudian dari pada menikmati turunan dulu terus ketemu tanjakan diakhir tujuan. Mungkin kurang lebih gowes sekitar 2-3 KM saya putuskan putar balik.

Perjalanan ke titik awal gowes menjadi perjalanan yang menyiksa, kalo awal tdk ketemu tanjakan satrupun begitu putar balik tau dong kebalikannya, hufhhhh. Bertubi tubi tanjakan terhampar dengan lucunya, dari mulai yang masih sopan sampai dengan kategori cium handle tersaji lengkap.

Continue Reading »

Tulisan kali ini saya coba berbagi pengalaman tentang serunya photo bawah air, walaupun tidak terlalu dalam dalam penyelamannya tapi sensasi narsisnya bikin beda dan ketagihan, apalagi untuk mengarahkan pose oke dan terlihat natural sangad sulit sekali. Boleh dikatakan semua gaya yang terekam ada unsur untung-untungan, xixixixi.

Lho kok bisa ada unsur lucky berperan di photo session ini,,,,,?

Gimana gak ada unsur lucky, orang kadang pose udah oke kamera belon masuk. Kamera oke nyelamnya kurang dalem, ada ajah dech gangguannya. Belum lagi menampilkan gaya narsis sambil smile pepsodent susahnya minta ampyun. Berikut salah satu jepretan yang berhasil dan hasilnya ciamik banged menurut saya, pas komposisi dan mimik wajahnya itu lho sangat natural banged dech. Cekidot

Mungkin diantara agan-agan yang baca postingan basi saya ini bertanya, pake kamera apaan tuh Ampe bisa nyelem gitu, jangan jangan kamera khusus lagi yang biasa liat di discovery channel ma National geographic ( lebay Mode : on ). Ternyata jepretan narsis bawah air yang terekam ini hanya bermodalkan pocket digital camera dari Casio lho. Nah sebelum lanjut ke photo session selanjutnya, saya mo menampilkan sedikit review dari kamera casio ini, paket Homat yang mo coba sensasi photo bawah air.
Lanjoet !!!!!

Kisah sebelumnya silahkan klik disini.

Jangan khawatir, angkut sepeda ini cuma bumbu menuju curug luhur ini paling cuma 2.5 % doang buat angkut sepeda, org gak lebih dr 10 meter kok manggul sepedanyanya kalo ditotalin !!! selebihnya gowesable bebatuan dan pematang sawah plus beberapa single trek tanah merah. setelah manggul sepeda, sepeda kita coba gowes lagi, batuannya itu lho glueks nelen ludah saya, ngeri juga takut ke pleset masuk sawah yang lagi menguning indah. terus bergerak menyusuri jalur pematang sampailah kita di antara sawah dan perkebunan yang dipisahkan oleh sebuah mata air, dimana airnya masyaAllah dingin dan masih jernih. yakin banged dech kalo Kang 450L ke sini, 100 % membasuh muka biar gak ngantuk n obat ganteng. cekidot

banyak anak kecil juga lagi pada mainan air di aliran mata air ini, suasana pedesaan khas tatar priangan banged nih. dari kebon kita masuk ke area pematang sawah lagi, dari sini curug semakin jelas terlihat dan jaraknya tidak terlalu jauh lagi, posisi titik pit stop sudah mulai tercium, semakin semangad untuk bisa mendekat.

dari sini posisi curug tidaklah jauh lagi, begitu kita ketemu jembatan bambu yang menghubungkan akses jalan yang terputus akibat aliran mata air ( mirip sungai :red ), itu berarti pintu masuk menuju curug sudah didepan mata.


selanjutnya

Niat gowes 1 syuro emang sudah di plan sehari sebelumnya, niat awalnya sih mo nyobain trek sukamantri yang sedari kemarin disuguhin cerita dan photo2 keren banged dari milis cikarangMTB. tapi kok sampe jam 18.00 WIB, baik om TJ dan om Iwo yang saya ajak untuk eksplore sukamantri belum ada konfirmasi lanjutan untuk kesediaan gowes kesana, wuihhh bakalan batal nih gowes. tapi keinginan buat gowes sudah tak tertahankan lagi, hmmm mo coba trek yang mana nih, akhirnya atas kesepakatan berdua bersama Edo kita putuskan untuk mencoba KM 0, hitung2 latihan Uphill lagi. ketika dijalan sy coba kasih gambaran trek dan ngajuin opsi gimana kalo kita sekalian nyimpang ke sebuah curug sebelum ke final destinantion KM 0, gayung bersambut om edo siap sedia. Wuihhhh alamat seru nih, gowes tidak murni disuguhin trek on road tapi bisa sekalian ngeblusuk juga, masalah jalan kita BPS (Bacot position system :red) saja alias tanya sana tanya sini, xixixixixi.

Start kira2 jam 8 kurang dikit dan betul saja cuaca di sentul city ini cukup cerah, gowes perlahan menyusuri trek on road menuju taman budaya, diawali saya didepan tapi sepertinya om edo sudah mulai gatal buat nyalip,,,,srooottttt edo perlahan bergerak naik dengan cepat, wuihhhh keliatan banged yg rajin B2W ma yang gak, xixixixixi.

” Do,,,,selepas taman budaya ada pertigaan belok ke kanan yah ” teriak saya
” hooh,,,,,” sambil nganguk ( emang kedengeran do,,,,? )

Ternyata edo dan nunggu dipertigaan yang ke arah bojong yellow, akhirnya gowes bareng lagi. trek KM 0 saat ini jalannya dah mulus, kalo kemarin di ujung perjalanan masih ditemukan jalan yang berlubang,saat ini kondisinya dah ok semua.

Gowes nandjak perlahan terus bergerak sampai kita diujung pertigaan yang ada Sign board dimana tulisannya menunjukan jalan alternative yang ke arah Curug (air terjun :red). sebelumnya saya tanya dulu ke warung pengkolan, bener gak jalan ini ke air terjun. yang mengejutkan ko akang dan teteh warung bilang jalan itu buntu, sebaiknya jangan lewat situ. tapi kok dikasih tanda panah ke kiri yah ( jelas lagi penunjuk arahnya ),,,,karena penasaran perjalanan dilanjutkan saja menuju perkampungan tersebut.

( photo pertigaan )

Wuihhh awal pemandangan serasa menemukan trek XC yang sesunguhnya, masuk kampung jalan jelek dengan variasi tanjakan dan turunan, pokonya semua tersaji disini, kumplit banged dech.


Mangga dilanjut ateuh !!!