Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Narsis’ Category

Special posting kali ini tiada lain hanya untuk mengenang salah satu memori terindah dalam perjalanan hidupku, terlepas ketika menjalaninya itu ada suka dan duka tapi harus diakui, saya begitu menikmati perjalanan bizz trip korea ini. kisah perjalanannya itu sendiri ada di rentang akhir des 2007 sampai dengan awal feb 2008, ketika itu musim salju hampir saja berganti, tapi sesekali masih ditemukan turun salju walaupun debitnya tidaklah signifikan, minimal pernah lah merasakan mata kemasukan debu salju,,,,,LEBAYYYYYY !!!!!!!!!

Gerimis Salju

Salah satu hal yang paling bersemangat adalah hotel tempat kita tinggal selama di korea ternyata tidaklah jauh dengan sebuah universitas yang didirikan khusus untuk para wanita. wuihhhhh terbayangkan bisa menyelinap masuk buat cuci mata, aichhhhhh tapi apa daya kalo pas kesana ternyata perkuliahan sedang libur musim dingin, Damnnnn terpaksa ngikut narsis saja di depan kampusnya, xixixixixixixi. yokkk langsung ke TKP !!!!!!

Silahkan Lanjut !!!

Advertisements

Read Full Post »

Lanjutan cerita dari gowes “Curug Tilu Leuwi Opat “, yang belum baca silahkan klik disini.

Bayar tiket masuk sebesar 3000 rupiah, kemudian saya minta petunjuk arah menuju curug tilu ini, karena ada dua cabang. Saya diarahkan agar memakai jalan lurus, karena saya masuk tetep membawa sepeda. Ada jalan setapak yang bisa dilalui.

Arah menuju curug tilu ini masih gowesable, walaupun kadang ada beberapa yang mesti dituntun. Salah satunya dibagian single trek berikut, banyak ranting berduri yang menjulur menutupi sebagian jalan. Mesti hati hati melewatinya, salah posisi bisa bikin jersey kita sobek.

Mengenai curug tilu sendiri, konon katanya air terjunnya ada tiga dan saling berdampingan. terus terang saya belum sampe titik akhir curugnya, karena sepeda sudah tidak bisa di gowes lagi, jalurnya mesti Hiking. walaupun jalan setapak sepeda sepertinya tidak memungkinkan untuk dibawa, karena jalan menuju curugnya banyak sekali melewati bebatuan dan melintasi anak sungai, sehingga riskan kalo memaksakan bawa sepeda sampai dengan titik akhir ditambah lagi saya cuma sendirian, khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bisa repot nanti.
Lanjut Yah !!!!

Read Full Post »

Sabtu, 18 desember 2010

Gowes kali ini awalnya hanya ingin melihat trek yang dilalui oleh rekan2 KGB (komunitas gowester bandung-indonesia) yang di minggu sebelumnya melakukan gowes kolosar untuk susur burangrang. Tentunya gowes saya kali ini tidaklah kumplit dan sama persis dengan yang di lalui oleh KGB, saya hanya melihat trek bagian awalnya saja selepas SPN [Sekolah Polisi Negara :red] cisarua – Lembang sampai dengan kampung terakhir, Untuk cerita gowes dan photo dari Group FB KGB-Ind bisa di akses disini.

Gowes mulai sekitar pukul 08.00 pagi dengan lokasi start di RSJ cisarua, sepeda diarahkan menuju sekolah pendidikan kepolisian SPN yang arahnya dari gerbang RSJ ini belok ke kanan. Sampai gerbang SPN sepeda diarahkan masuk ke jalan yang menembuskan kita ke arah pasar cisarua. Jalanan menyusuri treknya didominasi turunan, saya masih bergerak perlahan dan belum ditemukan tanjakan satupun. Semakin jauh bergerak melewati desa jambudipa jalanan masih bergerak turun dan semakin curam, saya makin khawatir saja nih sampai dengan dengan melewati desa ke 2 kalo tidak salah nama desanya kertawangi, CMIIW. Khawatir bukan karena nyasar, tapi melihat turunan yang saya lewatin, belum juga pemanasan saya sudah di suguhin turunan panjang dan semakin curam, kepikiran pas perjalanan pulang nanti ini malah bagian yang paling tersiksa, lebih baik bersakit dahulu bersenang kemudian dari pada menikmati turunan dulu terus ketemu tanjakan diakhir tujuan. Mungkin kurang lebih gowes sekitar 2-3 KM saya putuskan putar balik.

Perjalanan ke titik awal gowes menjadi perjalanan yang menyiksa, kalo awal tdk ketemu tanjakan satrupun begitu putar balik tau dong kebalikannya, hufhhhh. Bertubi tubi tanjakan terhampar dengan lucunya, dari mulai yang masih sopan sampai dengan kategori cium handle tersaji lengkap.

(more…)

Read Full Post »

Tulisan kali ini saya coba berbagi pengalaman tentang serunya photo bawah air, walaupun tidak terlalu dalam dalam penyelamannya tapi sensasi narsisnya bikin beda dan ketagihan, apalagi untuk mengarahkan pose oke dan terlihat natural sangad sulit sekali. Boleh dikatakan semua gaya yang terekam ada unsur untung-untungan, xixixixi.

Lho kok bisa ada unsur lucky berperan di photo session ini,,,,,?

Gimana gak ada unsur lucky, orang kadang pose udah oke kamera belon masuk. Kamera oke nyelamnya kurang dalem, ada ajah dech gangguannya. Belum lagi menampilkan gaya narsis sambil smile pepsodent susahnya minta ampyun. Berikut salah satu jepretan yang berhasil dan hasilnya ciamik banged menurut saya, pas komposisi dan mimik wajahnya itu lho sangat natural banged dech. Cekidot

Mungkin diantara agan-agan yang baca postingan basi saya ini bertanya, pake kamera apaan tuh Ampe bisa nyelem gitu, jangan jangan kamera khusus lagi yang biasa liat di discovery channel ma National geographic ( lebay Mode : on ). Ternyata jepretan narsis bawah air yang terekam ini hanya bermodalkan pocket digital camera dari Casio lho. Nah sebelum lanjut ke photo session selanjutnya, saya mo menampilkan sedikit review dari kamera casio ini, paket Homat yang mo coba sensasi photo bawah air.
Lanjoet !!!!!

Read Full Post »

Kisah sebelumnya silahkan klik disini.

Jangan khawatir, angkut sepeda ini cuma bumbu menuju curug luhur ini paling cuma 2.5 % doang buat angkut sepeda, org gak lebih dr 10 meter kok manggul sepedanyanya kalo ditotalin !!! selebihnya gowesable bebatuan dan pematang sawah plus beberapa single trek tanah merah. setelah manggul sepeda, sepeda kita coba gowes lagi, batuannya itu lho glueks nelen ludah saya, ngeri juga takut ke pleset masuk sawah yang lagi menguning indah. terus bergerak menyusuri jalur pematang sampailah kita di antara sawah dan perkebunan yang dipisahkan oleh sebuah mata air, dimana airnya masyaAllah dingin dan masih jernih. yakin banged dech kalo Kang 450L ke sini, 100 % membasuh muka biar gak ngantuk n obat ganteng. cekidot

banyak anak kecil juga lagi pada mainan air di aliran mata air ini, suasana pedesaan khas tatar priangan banged nih. dari kebon kita masuk ke area pematang sawah lagi, dari sini curug semakin jelas terlihat dan jaraknya tidak terlalu jauh lagi, posisi titik pit stop sudah mulai tercium, semakin semangad untuk bisa mendekat.

dari sini posisi curug tidaklah jauh lagi, begitu kita ketemu jembatan bambu yang menghubungkan akses jalan yang terputus akibat aliran mata air ( mirip sungai :red ), itu berarti pintu masuk menuju curug sudah didepan mata.


selanjutnya

Read Full Post »

Niat gowes 1 syuro emang sudah di plan sehari sebelumnya, niat awalnya sih mo nyobain trek sukamantri yang sedari kemarin disuguhin cerita dan photo2 keren banged dari milis cikarangMTB. tapi kok sampe jam 18.00 WIB, baik om TJ dan om Iwo yang saya ajak untuk eksplore sukamantri belum ada konfirmasi lanjutan untuk kesediaan gowes kesana, wuihhh bakalan batal nih gowes. tapi keinginan buat gowes sudah tak tertahankan lagi, hmmm mo coba trek yang mana nih, akhirnya atas kesepakatan berdua bersama Edo kita putuskan untuk mencoba KM 0, hitung2 latihan Uphill lagi. ketika dijalan sy coba kasih gambaran trek dan ngajuin opsi gimana kalo kita sekalian nyimpang ke sebuah curug sebelum ke final destinantion KM 0, gayung bersambut om edo siap sedia. Wuihhhh alamat seru nih, gowes tidak murni disuguhin trek on road tapi bisa sekalian ngeblusuk juga, masalah jalan kita BPS (Bacot position system :red) saja alias tanya sana tanya sini, xixixixixi.

Start kira2 jam 8 kurang dikit dan betul saja cuaca di sentul city ini cukup cerah, gowes perlahan menyusuri trek on road menuju taman budaya, diawali saya didepan tapi sepertinya om edo sudah mulai gatal buat nyalip,,,,srooottttt edo perlahan bergerak naik dengan cepat, wuihhhh keliatan banged yg rajin B2W ma yang gak, xixixixixi.

” Do,,,,selepas taman budaya ada pertigaan belok ke kanan yah ” teriak saya
” hooh,,,,,” sambil nganguk ( emang kedengeran do,,,,? )

Ternyata edo dan nunggu dipertigaan yang ke arah bojong yellow, akhirnya gowes bareng lagi. trek KM 0 saat ini jalannya dah mulus, kalo kemarin di ujung perjalanan masih ditemukan jalan yang berlubang,saat ini kondisinya dah ok semua.

Gowes nandjak perlahan terus bergerak sampai kita diujung pertigaan yang ada Sign board dimana tulisannya menunjukan jalan alternative yang ke arah Curug (air terjun :red). sebelumnya saya tanya dulu ke warung pengkolan, bener gak jalan ini ke air terjun. yang mengejutkan ko akang dan teteh warung bilang jalan itu buntu, sebaiknya jangan lewat situ. tapi kok dikasih tanda panah ke kiri yah ( jelas lagi penunjuk arahnya ),,,,karena penasaran perjalanan dilanjutkan saja menuju perkampungan tersebut.

( photo pertigaan )

Wuihhh awal pemandangan serasa menemukan trek XC yang sesunguhnya, masuk kampung jalan jelek dengan variasi tanjakan dan turunan, pokonya semua tersaji disini, kumplit banged dech.


Mangga dilanjut ateuh !!!

Read Full Post »

Kalo belum baca yang part #1, bisa dilihat disini.

Ngehe 1

Ternyata betul juga apa yang sempat ramai di thread sepedaku.com tentang keberadaan joki sepeda di gerbang taman safari ini. Ada sebagian orang kehadiran joki ini menggangu tapi ada juga yang menggunakan jasanya. Pro dan kontra tentang joki ini, sepertinya tidak perlu diperpanjang, tergantung gowesernya saja. Kalo saya pribadi salah satu yang menganut „ No jockey no die “ pokonya seberapa ganasnya tanjakan, gak dulu dech pake joki. Selama masih mampu untuk TTB, lebih baik TTB dibanding sepeda kita dikasihkan ke orang lain ( bayar lagih :red ), walaupun itu hanya dibawakan sampai dengan puncaknya saja.

Setelah kewajiban sholat ditunaikan dan nasi bungkus telah siap di tas masing masing, gowespun dilanjutkan kali ini yang akan ditaklukan adalan tanjakan panjang ngehe 1. treknya berupa jalan beton, awalnya sudut kemiringannya tidaklah parah tapi selepas belokan ke arah kiri kita baru mulai melihat tanjakan ngehe 1 ini begitu panjang dan landai ke atas. Bergerak perlahan sambil cari irama gowes, kombinasi shifting dicari paling enak untuk mengayuh sepeda ini agar tetap melaju sampai keatas. Sampai dengan setengah perjalanan saya putuskan berhenti dulu untuk tarik nafas, apalagi didepan ada insident pengendara motor yang menyerempet anak kecil. Jalanan agar rame, cocok nih sambil tanya ada apa, saya ngatur nafas dulu. Setelah dirasa energi kumpul kembali dan nafas mulai teratur, akhirnya gowespun dilanjut, ternyata kecuraman tanjakan ngehe 1 ini semakin ke atas semakin An*#*t, terlihat beberapa rekan sudah mulai sampai didepan gerbang salah satu rumah penduduk. Saya lihat re-group semua disitu, saya kira tanjakan ini berakhir disana. Saya semangad untuk memacu pedal ini dan akhirnya samapi juga di depan gerbang yang sama, yaelahhhhhh ternyata tanjakan ngehe 1 ini belumlah selesai. Karena didepan kita dihadapkan lanjutan tanjakan ngehe 1 ini dengan jalur macadam extreme. Akhirnya diputuskan untuk re-group disini sebelum melanjutkan perjalanannya, sambil menunggu rekan goweser yang paling belakang.

Ayo lanjut, dikit lagi lho !!!!!

Read Full Post »

Older Posts »