Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Gowes’ Category

Setelah sebelumnya sempet diurungkan niat buat gowes kolosal jilid II dari gank lincah, akhirnya tanggal 13 Maret 2011 kemarin terlaksana juga buat memujudkan gowes bareng lincah dengan tujuan trek klasik bandung utara, hiyaaaa apalagi kalo bukan trek klasik WARBAN. Buat saya ini adalah gowes yang ke 5 kalinya menuju warban, akan tetapi sensasi gowesnya selalu berbeda, apalagi sekarang bakalan nostalgian dengan rekan rekan Lincah, wuihhhhh tambah semangat saja nih.

Setelah banyak informasi yang melalui email tentang kuota member sampai dengan kesediaan angkutan buat rekan rekan lincah, akhirnya gowes ini bisa terlaksana juga walaupun harus delay sampai dengan 2 jam dari plan awal. Niatnya berangkat jam 05.30 dari LG tapi ada daya kalo ada miskomunikasi dengan pihak sinar jaya yang akhirnya keberangkatan di mundurin sampai dengan sekitar jam 7an. Hampir saja gowes ini gagal, tapi saya coba yakinkan kalo cuaca di Bandung lagi bagus2nya, kalopun harus gowes mulai dari jam 10 itu masih ok.


Klik lagi disini !!!

Read Full Post »

Setelah mengikuti perkembangan group FB KGB-Ind, akhirnya ada tawaran menarik yang di sampaikan langsung oleh RC KGBnya sendiri, yup siapa lagi kalo bukang kang Andre Firmansyah. Ajakan gowes survey trek yang ada di sekitar cianjur yang Bekerjasama dengan Aquilla MTB Cianjur selaku tuan rumah. Akhirnya pada tanggal 02 April 2011 terkumpulah 10 goweser ( saya, kang andre, kang Agen, Om Memet, Om Opi, Om Pra, Kang Gagung, Adith Fajri, Kang Agus H dan Kang Mulyadi Mulpro ). Tema gowesnya adalah Surveyor trek puncak cipanas yang akan dijadikan lokasi GOBAR Part III KGB-ind yang insyaAllah akan dilaksanakan pada tanggal 16 April 2011 ini.

Tikum di depan masjid agung Cimahi sekitar pukul 05.30 akan tetapi seperti biasa kebanyakan warga indonesia, kalo gak jam karet kurang asyik, xixixixixi piss. Baru jam 07.00 kita bisa take off menuju cianjur, kurang lebih perjalanan menempuh waktu 1,5 jam sampai dengan lokasi start yang berada tepat di jalan raya cipanas samping kantor pegadaian cipanas. Kita telah di tunggu oleh tuan rumah Aquilla MTB. Silaturahmi dulu sambil tanya sana sini mengenai kondisi trek sekaligus sarapan bubur ayam dulu. Met kenal buat kang Royan Cs dari Aquilla MTB Cianjur.

Akhirnya tepat jam 09.00 pagi kita bisa mulai perjalanan gowes survey ini, total goweser menjadi 17 goweser yang akan mencoba trek karya dari Aquilla MTB ini. Awal perjalanan kita disuguhi oleh turunan aspal mulus, kemudian berbelok ke arah kiri dan mulailah perjalanan off road yang sesungguhnya, setelah bagian ini biarkan photo yang berbicara. “ Talk Less Pics More “


Silahkan dilanjut

Read Full Post »

Sudah tiga bulan berjalan, blogs ini tidak mengupdate kegiatan sang penulisnya. karena adanya kesibukan dan sesuatu lain hal yang tidak bisa ditinggalkan, tak terasa sudah lebih 3 bulan lewat. padahal secara aktivitas sepeda tetap berjalan, rasanya untuk memulai menulis lagi terasa berat sekali. seperti lupa bagaimana memulai untuk membuat sebuah narasi pendek. termasuk untuk tulisan ini. sebagai catatan awal setelah sekian lama vakum, saya ingin coba berbagi pengalaman bersepeda yang sudah terlewati termasuk mencoba jalur uphill caringin tilu ini yang terletak di daerah padasuka, cicaheum Bandung.

Gowes ini dijalani tepatnya tanggal 19 maret 2011,awal rencananya sih bersama edo akan mencoba trek palintang di daerah ujung berung, sekalian nostalgila jalur manglayang yang dulu pernah disinggahi. akan tetapi H-1 ada sms masuk dari salah satu sepuh milis cikarangMTB yaitu om Antoix. rencananya doi mo sowan ke bandung dan ngajakin short ride, trek yang dipilih adalah caringin tilu. dengan sedikit merayu, om antoix mengajak saya dan edo agar rubah haluan dari palintang untuk mencoba nikmatnya jalur caringin tilu. wuihhh kehormatan nih diajakain ma selebritis MTB dari cikarang. akhirnya saya setuju juga dengan rencana doi ini, apalagi saya juga belum pernah sekalipun mencicipi trek cartil ini, katanya sih cuma 7 KM doang kok, pendek banged. malah lebih pendek dari KM 0 yang di bogor, atas rayuan inilah saya akhirnya mau diajak ke cartil, 7 KM doang gitu lho !!!!!!!!

silahkan dilanjut

Read Full Post »

Disadur dari Koran Harian Pikiran Rakyat, jumat 23 des 2010 pada halaman 29 Cakrawala di kolom ” Tahukah Anda ? “. saya tergelitik untuk menulis ulang dan coba memberikan informasi ini kepada pembaca yang mungkin ada sebagian belum mengetahui rumor dan efek dari kegiatan bersepeda. kenapa saya coba sadur kembali karena ketika awal membaca tulisannya, sepertinya ini merupakan masalah serius sekali dan ada baiknya hal ini di sharing untuk semua pembaca yang ”mungkin” peduli dengan kesuburan. Cekidot tulisan ini !!!!

Bersepeda Pengaruhi Kesuburan Pria ?

Para peneliti mengemukakan, bersepeda lima jam dalam sepekan dapat mempengaruhi kesuburan pria. menurut penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, Atlet sepeda memang kemungkinan memiliki sperma lebih sedikit dan kualitas semen yang jelek.Ternyata, resiko tersebut terjadi juga pada pesepeda kasual. penelitian mengungkapkan, pria yang bersepeda setidaknya lima jam dalam sepekan, dikhawatirkan reproduksi spermanya makin sedikit dan makin tak aktif sepermanya jika dibandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak berolahraga. Para peneliti di Boston university telah mensurvei 2.200 pria yang datang kek klinik kesuburan dan bersedia untuk menyerahkan contoh spermanya [semen]. setelah dipilah berdasarkan berat badan, tekanan darah, jenis pakaian dalam dan variable-variable lainnya, para peneliti mendapatkan bahwa pria yang berolahraga teratur tak berbeda dengan mereka yang tidak berolahraga sama sekali dalam kualitas dan kuantitas sperma. Namun, berdasarkan jenis olahraga, pria yang setidaknya-tidaknya bersepeda lima jam sepekan dua kali lebih besar kemungkinannya memiliki jumlah sperma sedikit dan mobilitas sperma yang relatif buruk. Hal ini kemungkinan akibat trauma atau kenaikan temperatur di Skrotum, kata pemimpin penelitian itu, Lauren Wise.
Lanjut Yah !!!!

Read Full Post »

Lanjutan cerita dari gowes “Curug Tilu Leuwi Opat “, yang belum baca silahkan klik disini.

Bayar tiket masuk sebesar 3000 rupiah, kemudian saya minta petunjuk arah menuju curug tilu ini, karena ada dua cabang. Saya diarahkan agar memakai jalan lurus, karena saya masuk tetep membawa sepeda. Ada jalan setapak yang bisa dilalui.

Arah menuju curug tilu ini masih gowesable, walaupun kadang ada beberapa yang mesti dituntun. Salah satunya dibagian single trek berikut, banyak ranting berduri yang menjulur menutupi sebagian jalan. Mesti hati hati melewatinya, salah posisi bisa bikin jersey kita sobek.

Mengenai curug tilu sendiri, konon katanya air terjunnya ada tiga dan saling berdampingan. terus terang saya belum sampe titik akhir curugnya, karena sepeda sudah tidak bisa di gowes lagi, jalurnya mesti Hiking. walaupun jalan setapak sepeda sepertinya tidak memungkinkan untuk dibawa, karena jalan menuju curugnya banyak sekali melewati bebatuan dan melintasi anak sungai, sehingga riskan kalo memaksakan bawa sepeda sampai dengan titik akhir ditambah lagi saya cuma sendirian, khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bisa repot nanti.
Lanjut Yah !!!!

Read Full Post »

Sabtu, 18 desember 2010

Gowes kali ini awalnya hanya ingin melihat trek yang dilalui oleh rekan2 KGB (komunitas gowester bandung-indonesia) yang di minggu sebelumnya melakukan gowes kolosar untuk susur burangrang. Tentunya gowes saya kali ini tidaklah kumplit dan sama persis dengan yang di lalui oleh KGB, saya hanya melihat trek bagian awalnya saja selepas SPN [Sekolah Polisi Negara :red] cisarua – Lembang sampai dengan kampung terakhir, Untuk cerita gowes dan photo dari Group FB KGB-Ind bisa di akses disini.

Gowes mulai sekitar pukul 08.00 pagi dengan lokasi start di RSJ cisarua, sepeda diarahkan menuju sekolah pendidikan kepolisian SPN yang arahnya dari gerbang RSJ ini belok ke kanan. Sampai gerbang SPN sepeda diarahkan masuk ke jalan yang menembuskan kita ke arah pasar cisarua. Jalanan menyusuri treknya didominasi turunan, saya masih bergerak perlahan dan belum ditemukan tanjakan satupun. Semakin jauh bergerak melewati desa jambudipa jalanan masih bergerak turun dan semakin curam, saya makin khawatir saja nih sampai dengan dengan melewati desa ke 2 kalo tidak salah nama desanya kertawangi, CMIIW. Khawatir bukan karena nyasar, tapi melihat turunan yang saya lewatin, belum juga pemanasan saya sudah di suguhin turunan panjang dan semakin curam, kepikiran pas perjalanan pulang nanti ini malah bagian yang paling tersiksa, lebih baik bersakit dahulu bersenang kemudian dari pada menikmati turunan dulu terus ketemu tanjakan diakhir tujuan. Mungkin kurang lebih gowes sekitar 2-3 KM saya putuskan putar balik.

Perjalanan ke titik awal gowes menjadi perjalanan yang menyiksa, kalo awal tdk ketemu tanjakan satrupun begitu putar balik tau dong kebalikannya, hufhhhh. Bertubi tubi tanjakan terhampar dengan lucunya, dari mulai yang masih sopan sampai dengan kategori cium handle tersaji lengkap.

(more…)

Read Full Post »

Kisah sebelumnya silahkan klik disini.

Jangan khawatir, angkut sepeda ini cuma bumbu menuju curug luhur ini paling cuma 2.5 % doang buat angkut sepeda, org gak lebih dr 10 meter kok manggul sepedanyanya kalo ditotalin !!! selebihnya gowesable bebatuan dan pematang sawah plus beberapa single trek tanah merah. setelah manggul sepeda, sepeda kita coba gowes lagi, batuannya itu lho glueks nelen ludah saya, ngeri juga takut ke pleset masuk sawah yang lagi menguning indah. terus bergerak menyusuri jalur pematang sampailah kita di antara sawah dan perkebunan yang dipisahkan oleh sebuah mata air, dimana airnya masyaAllah dingin dan masih jernih. yakin banged dech kalo Kang 450L ke sini, 100 % membasuh muka biar gak ngantuk n obat ganteng. cekidot

banyak anak kecil juga lagi pada mainan air di aliran mata air ini, suasana pedesaan khas tatar priangan banged nih. dari kebon kita masuk ke area pematang sawah lagi, dari sini curug semakin jelas terlihat dan jaraknya tidak terlalu jauh lagi, posisi titik pit stop sudah mulai tercium, semakin semangad untuk bisa mendekat.

dari sini posisi curug tidaklah jauh lagi, begitu kita ketemu jembatan bambu yang menghubungkan akses jalan yang terputus akibat aliran mata air ( mirip sungai :red ), itu berarti pintu masuk menuju curug sudah didepan mata.


selanjutnya

Read Full Post »

Older Posts »