Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘CikarangMTB’ Category

Gowes trip Gunung padang Parang ini sebetulnya sudah lama, sekitar 2 bulan kebelakang tepatnya tanggal 13 Februari 2011. akan tetapi dikarenakan sesuatu dan lain hal, baru kali ini liputan singkatnya diangkat. total goweser yang berpartisipasi gowes kali ini ada sekitar 39 goweser, sejatinya gowes ini dirancang oleh trek buildernya akan di gelar pada akhir tahun 2010, tapi baru bulan februari terlaksana. Gunung parang terletak di kecamatan Tegal waru kabupaten Purwakarta, akses menuju ke lokasi start cukup mudah, estimasi perjalanan jika dari cikarang sekitar 1 jam perjalanan menggunakan tol cipularang keluar tol jatiluhur-ciganea, belok ke arah kanan mengikuti jalanan utama bandung – purwakarta menuju daerah plered. berikut picture sesaat sebelum menuju plered, kita regroup di sekitar exit tol, cekidot :

Lokasi start di plot di sekitar terminal yang sudah tidak difungsikan sebagaimana mestinya, karena letaknya cukup terbuka dan untuk lokasi parkirpun mudah akhirnya terminal ini menjadi lokasi start yang paling ideal untuk dijadikan tempat loading sepeda, parkir dan tentunya start gowes bersama, berikut photo sesaat sebelum start ( briefing mode :on )

awal perjalanan kita disuguhi oleh jalanan aspal mulus, walaupun relatif datar tapi sesekali ada beberapa tanjakan yang tidak terlalu landai, untuk permulaan gowes sih ok banged, otot paha dan dengkul tidak kaget dibuatnya. bahkan kita sempat terkena macet di sekitar pasar plered, sebelum sepeda ini dibelokan ke arah kanan menuju habitat sebenarnya.

Terjebak macet ” Pasar Plered – Rawasari “

Habitat Asli XC Bike

Lanjut yah !!!

Read Full Post »

Ini adalah kali kedua saya datang ke tempat ini untuk mengulang gowes yang dulu pernah dicoba sebelumnya. Masih ingat betul betapa beratnya gowes ini tempo hari, ceritanya bisa di klik disini. Tapi berhubung penasaran mau coba lagi dan ingin menakar kemampuan gowes dan sejauh mana saat ini perkembangan dengkul saya, akhirnya saya putuskan untuk merapat juga ketika ada ajakan gowes untuk mengunjungi bendungan saguling via sang hyang tikoro.

Prakarsa gowes ini adalah dueto bapak dan anak yang doyan banged nandjak, siapa lagi kalo bukan Om Haris dan Sir Ivan, ditambah rasa penasarannya Om Antoix dimana ketika gowes pertama doi gak sempet ikut. Padahal gowes ini sejatinya dirancang oleh sang trek builder untuk memuaskan dahaga nanjaknya om antoix, boleh dikatakan gowes ini jalurnya om antoix bangedlah sebagai sekum 1PDN.

Sekitar pukul 08.00 semua goweser telah merapat di sekitar pos masuk perkebunan coklat di daerah rajamandala ( PTPN VIII), setelah melakukan persiapan dan siap gowes, dengan sebelumnya briefeing untuk gambaran trek yang untuk gowes kali ini di pimpin oleh Om AH sebagai trek leadernya dan saya sebagai sweeper, akhirnya sekitar pukul 08.45 semua rombongan photo bersama sebelum start gowes menuju perkebunan kakao.

B/W picture by Om Antoix

Lanjut lagi yah

Read Full Post »

Kisah sebelumnya silahkan klik disini.

Jangan khawatir, angkut sepeda ini cuma bumbu menuju curug luhur ini paling cuma 2.5 % doang buat angkut sepeda, org gak lebih dr 10 meter kok manggul sepedanyanya kalo ditotalin !!! selebihnya gowesable bebatuan dan pematang sawah plus beberapa single trek tanah merah. setelah manggul sepeda, sepeda kita coba gowes lagi, batuannya itu lho glueks nelen ludah saya, ngeri juga takut ke pleset masuk sawah yang lagi menguning indah. terus bergerak menyusuri jalur pematang sampailah kita di antara sawah dan perkebunan yang dipisahkan oleh sebuah mata air, dimana airnya masyaAllah dingin dan masih jernih. yakin banged dech kalo Kang 450L ke sini, 100 % membasuh muka biar gak ngantuk n obat ganteng. cekidot

banyak anak kecil juga lagi pada mainan air di aliran mata air ini, suasana pedesaan khas tatar priangan banged nih. dari kebon kita masuk ke area pematang sawah lagi, dari sini curug semakin jelas terlihat dan jaraknya tidak terlalu jauh lagi, posisi titik pit stop sudah mulai tercium, semakin semangad untuk bisa mendekat.

dari sini posisi curug tidaklah jauh lagi, begitu kita ketemu jembatan bambu yang menghubungkan akses jalan yang terputus akibat aliran mata air ( mirip sungai :red ), itu berarti pintu masuk menuju curug sudah didepan mata.


selanjutnya

Read Full Post »

Niat gowes 1 syuro emang sudah di plan sehari sebelumnya, niat awalnya sih mo nyobain trek sukamantri yang sedari kemarin disuguhin cerita dan photo2 keren banged dari milis cikarangMTB. tapi kok sampe jam 18.00 WIB, baik om TJ dan om Iwo yang saya ajak untuk eksplore sukamantri belum ada konfirmasi lanjutan untuk kesediaan gowes kesana, wuihhh bakalan batal nih gowes. tapi keinginan buat gowes sudah tak tertahankan lagi, hmmm mo coba trek yang mana nih, akhirnya atas kesepakatan berdua bersama Edo kita putuskan untuk mencoba KM 0, hitung2 latihan Uphill lagi. ketika dijalan sy coba kasih gambaran trek dan ngajuin opsi gimana kalo kita sekalian nyimpang ke sebuah curug sebelum ke final destinantion KM 0, gayung bersambut om edo siap sedia. Wuihhhh alamat seru nih, gowes tidak murni disuguhin trek on road tapi bisa sekalian ngeblusuk juga, masalah jalan kita BPS (Bacot position system :red) saja alias tanya sana tanya sini, xixixixixi.

Start kira2 jam 8 kurang dikit dan betul saja cuaca di sentul city ini cukup cerah, gowes perlahan menyusuri trek on road menuju taman budaya, diawali saya didepan tapi sepertinya om edo sudah mulai gatal buat nyalip,,,,srooottttt edo perlahan bergerak naik dengan cepat, wuihhhh keliatan banged yg rajin B2W ma yang gak, xixixixixi.

” Do,,,,selepas taman budaya ada pertigaan belok ke kanan yah ” teriak saya
” hooh,,,,,” sambil nganguk ( emang kedengeran do,,,,? )

Ternyata edo dan nunggu dipertigaan yang ke arah bojong yellow, akhirnya gowes bareng lagi. trek KM 0 saat ini jalannya dah mulus, kalo kemarin di ujung perjalanan masih ditemukan jalan yang berlubang,saat ini kondisinya dah ok semua.

Gowes nandjak perlahan terus bergerak sampai kita diujung pertigaan yang ada Sign board dimana tulisannya menunjukan jalan alternative yang ke arah Curug (air terjun :red). sebelumnya saya tanya dulu ke warung pengkolan, bener gak jalan ini ke air terjun. yang mengejutkan ko akang dan teteh warung bilang jalan itu buntu, sebaiknya jangan lewat situ. tapi kok dikasih tanda panah ke kiri yah ( jelas lagi penunjuk arahnya ),,,,karena penasaran perjalanan dilanjutkan saja menuju perkampungan tersebut.

( photo pertigaan )

Wuihhh awal pemandangan serasa menemukan trek XC yang sesunguhnya, masuk kampung jalan jelek dengan variasi tanjakan dan turunan, pokonya semua tersaji disini, kumplit banged dech.


Mangga dilanjut ateuh !!!

Read Full Post »

Kalo belum baca yang part #1, bisa dilihat disini.

Ngehe 1

Ternyata betul juga apa yang sempat ramai di thread sepedaku.com tentang keberadaan joki sepeda di gerbang taman safari ini. Ada sebagian orang kehadiran joki ini menggangu tapi ada juga yang menggunakan jasanya. Pro dan kontra tentang joki ini, sepertinya tidak perlu diperpanjang, tergantung gowesernya saja. Kalo saya pribadi salah satu yang menganut „ No jockey no die “ pokonya seberapa ganasnya tanjakan, gak dulu dech pake joki. Selama masih mampu untuk TTB, lebih baik TTB dibanding sepeda kita dikasihkan ke orang lain ( bayar lagih :red ), walaupun itu hanya dibawakan sampai dengan puncaknya saja.

Setelah kewajiban sholat ditunaikan dan nasi bungkus telah siap di tas masing masing, gowespun dilanjutkan kali ini yang akan ditaklukan adalan tanjakan panjang ngehe 1. treknya berupa jalan beton, awalnya sudut kemiringannya tidaklah parah tapi selepas belokan ke arah kiri kita baru mulai melihat tanjakan ngehe 1 ini begitu panjang dan landai ke atas. Bergerak perlahan sambil cari irama gowes, kombinasi shifting dicari paling enak untuk mengayuh sepeda ini agar tetap melaju sampai keatas. Sampai dengan setengah perjalanan saya putuskan berhenti dulu untuk tarik nafas, apalagi didepan ada insident pengendara motor yang menyerempet anak kecil. Jalanan agar rame, cocok nih sambil tanya ada apa, saya ngatur nafas dulu. Setelah dirasa energi kumpul kembali dan nafas mulai teratur, akhirnya gowespun dilanjut, ternyata kecuraman tanjakan ngehe 1 ini semakin ke atas semakin An*#*t, terlihat beberapa rekan sudah mulai sampai didepan gerbang salah satu rumah penduduk. Saya lihat re-group semua disitu, saya kira tanjakan ini berakhir disana. Saya semangad untuk memacu pedal ini dan akhirnya samapi juga di depan gerbang yang sama, yaelahhhhhh ternyata tanjakan ngehe 1 ini belumlah selesai. Karena didepan kita dihadapkan lanjutan tanjakan ngehe 1 ini dengan jalur macadam extreme. Akhirnya diputuskan untuk re-group disini sebelum melanjutkan perjalanannya, sambil menunggu rekan goweser yang paling belakang.

Ayo lanjut, dikit lagi lho !!!!!

Read Full Post »

Keinginan mencoba trek MTB jalur puncak atau sering disebut trek legendaris Rindu Alam – Gadog sudah tak tertahankan lagi, apalagi seminggu yang lalu keinginan itu urung karena sesuatu hal yang tidak bisa dihindari. Berbekal ajakan eyang AN, akhirnya gowes jalur puncak pun bisa terwujud. Total goweser yang akan menikmati perjalanan ini adalah 8 orang, itu sudah termasuk juru kuncennya,,,,,yup siapa lagi kalo bukan om HPW. special juga nih gowes, sekalinya gowes langsung ma selebritis MTB Indonesia nih. Tapi dibalik itu semua, gowes ini adalah jawaban dari rasa penasaran saya dengan :

  • Aneka Tanjakan Ngehe ( Minus, NøL, 1 dan 2 ) kok bisa yah ampe ada tanjakan minus
  • Apa bener gowes dari RA – Gadog itu Cuma turunan
  • Mau tau Joki joki yang ada di ngehe 1 yang sempet heboh di thread sepedaku.com
  • Menikmati perjalanan di kebun teh ( Inget TP-Wanayasa )

8 Goweser : Om HPW, Eyang AN, Kang 45oL, Kang Yadi, Om Andri, Om Reeve, Om Kunto dan saya sendiri.

Setelah janjian semalam sebelumnya, kita kumpul di masjid Gadog sekitar pukul setengah 7 dan alhamdulillah semuanya tepat waktu. Sambil mempersiapkan semuanya Eyang AN booking 2 angkot untuk mengantar kita ke titik start di warung mang ade, jaraknya sekitar 24 KM dari Masjid gadog ini ( lumayan jauh :red ). Biaya untuk mengangukt sepeda dan orangnya biasanya standar dikenakan harga 80rb/ angkot dengan ilustrasi 4 sepeda dan 4 goweser jadi kalo dihitung perorang kena charge sekitar 20rb/org. Perjalanan menuju warung mang ade ini sekitar 45 menit. harusnya bisa lebih cepat, tapi berhubung lalu lintas ke arah puncak ini padat, apalagi suasana liburan di hari minggu ( tau sendirikan gimana crowdednya ). Setelah merayap sekitar 45 menit, akhirnya sampai juga di warung mang ade ini, sambil persiapan sepeda beberapa rekan memesan makanan dan minuman untuk sarapan terlebih dahulu, ada yang pesen nasi goreng atau yang lebih ringan Roti bakar dan segelas susu hangat.


lanjut yah !!!!

Read Full Post »

Akhirnya keinginan untuk mencoba jalur bojongkoneng – KM 0 bisa terwujud juga, rasa penasaran ini begitu menghantui sejak rekan rekan cMTB pada ikut kejuaraan Uphill yang diselenggarakan oleh kampus 1PDN ( 1katan penikmat djalan nandjak ). Kebetulan saat itu saya tidak bisa merapat untuk mengikuti event tersebut, walaupun yang dicari bukan juara tapi sekedar fun uphill dan menyemarakan gelaran 1PDN ini, apalagi humasnya salah satu punggawa cMTB juga, yup siapa lagi kalo bukan om Antoix, klik disini untuk liat blognya. Rasa penasaran saya akhirnya bisa terbunuh juga, dengan tagline duet keong ratjoen Ver. 2 dan diimingin oleh gelaran mini kolosalnya cMTB, gowes fun uphill ke KM 0 pun dirancang sedemikian rupa oleh EO bayangan pak de 3. doi ini selaku penggagas dan sekaligus kompor untuk diadakannya re-match duet keong ratjoen antara Eyang AN dan sang Mr. Mejik om TJ, dimana sebelumnya pernah dilakukan el dueto tersebut yang berlokasi di cikarang bike park, dimana pemenangnya adalah Om TJ. Perseteruan abadi ini akan terus terpelihara seiring banyaknya trek yang akan diuji coba oleh keduanya sebagai rival abadi yang saling mencinta, berikut penampakan el dueto keong ratjoeno.

Ayoo Lanjutin !!!!!

Read Full Post »

Older Posts »